Minggu, 16 Juni 2013

WC Jongkok VS WC Duduk



WC Jongkok Lebih Sehat Ketimbang WC Duduk
Berbicara tentang BAB atau buang air besar memang tidak ada habisnya. Ada banyak faktor yang perlu menjadi perhatian serius saat BAB, mulai dari kebersihan tempat, cara membersihkan, hingga posisi saat BAB.
Menjaga kebersihan diri saat BAB penting dilakukan agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Ada dua jenis WC yang banyak digunakan masyarakat dunia untuk BAB, yaitu WC jongkok dan WC duduk.
WC duduk biasa digunakan masyarakat Eropa dan Amerika, sedangkan WC jongkok lebih populer di benua Asia, Afrika, dan sebagian wilayah Eropa. Lantas, manakah yang sebenarnya lebih menguntungkan bagi kesehatan, WC duduk atau WC jongkok?
Sebuah penelitian oleh Dr. Dov Sikirov yang diterbitkan dalam Journal Digestive Diseases and Sciences menyebutkan bahwa menggunakan WC jongkok jauh lebih sehat ketimbang menggunakan WC duduk.
Pasalnya, pada saat seseorang jongkok, posisi usus besar lurus dan otot puborecatlis melemas. Otot puborecatlis adalah otot yang menahan agar tinja tidak keluar saat berdiri, sehingga proses BAB menjadi lebih mudah.
Sedangkan saat BAB dengan posisi duduk, otot puborecatlis tidak melemas dengan sempurna sehingga harus mengejan lebih keras agar tinja bisa keluar.
Ditambah lagi permukaan kulit yang menempel pada WC duduk berpotensi terpapar bakteri atau kuman yang ada di permukaan WC duduk tersebut. Apalagi jika WC duduk tersebut menjadi fasilitas umum yang digunakan banyak orang.
So, silahkan tentukan sendiri, WC jongkok atau WC duduk?



INDIKATOR PRESTASI BELAJAR SISWA



INDIKATOR PRESTASI BELAJAR
Ranah/ Jenis Prestasi
Indikator
Cara Evaluasi
A.   Ranah Cipta (Kognitif)


1.      Pengamatan
1.        Dapat menunjukkan
2.        Dapat membandingkan
3.        Dapat menghubungkan
Tes lisan, tertulis, dan observasi
2.      Ingatan
1.      Dapat menyebutkan
2.      Dapat menunjukkan kembali
Tes lisan, tertulis, dan observasi
3.      Pemahaman
1.     Dapat menjelaskan
2.     Dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri
Tes lisan, tertulis
4.      Penerapan
1.        Dapat memberikan contoh
2.        Dapat menggunakan secara tepat
Tes tertulis, Pemberian tugas, dan observasi
5.      Analisis dan pemeliharaan secara teliti
1.      Dapat menguraikan
2.      Dapat mengklasifikasikan/memilah-milah
Tes tertulis dan pemberian tugas
6.      Sintesis
1.      Dapat menghubungkan
2.      Dapat menyimpulkan
3.      Dapat mengeneralisasikan
Tes tertulis dan pemberian tugas
B.     Ranah Rasa (Afektif)


1.      Penerimaan
1.      Menunjukkan sikap menerima
2.      Menunjukkan sikap menolak
Tes tertulis, skala sikap, dan observasi
2.      Sambutan
1.      Kesediaan berpartisipasi/terlibat
2.      Kesediaan memanfaatkan
Tes skala sikap, pemberian tugas, dan observasi
3.      Apresiasi
1.        Menganggap penting dan bermanfaat
2.        Mengnggap indah dan harmonis
3.        Mengagumi
Tes kala sikap, pemberian tugas, dan observasi
4.      Internalisasi (Pendalaman)
1.        Mengakui dan meyakini
2.        Mengingkari
Tes skala sikap, pemberian tugas ekspresi, dan observasi
5.      Karakterisasi
1.         Melembagakan atau maniadakan
2.         Menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari
Pemberian tugas, ekpresi proyektif, dan observasi
C.     Ranah Karsa (Psikomotor)


1.      Keterampilan bargerak dan bertindak
1.      Mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya
Observasi dan tes tindakan
2.      Kecakapan ekspresi varbal dan nonverbal
1.         Mengucapkan
2.         Membuat mimik dan gerakan jasmani
Tes lisan, observasi, dan tes tindakan